Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Ditemukan 215 Sisa Jenazah Anak Pribumi di Bekas Bangunan Sekalah di Kanada

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut temuan 215 sisa jenazah anak di bekas bangunan sekolah pribumi sangat memilukan. Jenazah anak-anak itu ditemukan di Sekolah Penduduk Indian Kamloops di British Columbia yang sudah ditutup pada 1978. Tk 'em lúps te Secwépemc Nation mengatakan sisa-sisa jasad anak-anak yang di antaranya berusia tiga tahun itu ditemukan oleh ahli radar bawah tanah. "Masyarakat di komunitas kami mampu mengidentifikasi hasil temuan itu," ujar Ketua Tk 'em lúps te Secwépemc Rosanne Casimir dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir laman Reuters, Senin (31/5). "Pada saat ini kami punya lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban." Hasil penyelidikan sejak 2015 menyatakan sistem pendidikan bagi warga Kanada yang memisahkan anak-anak pribumi dari keluarga mereka adalah "genosida kultural". Laporan tentang kejadian itu berisi penyiksaan fisik, pemerkosaan, kekurangan gizi, dan kekejaman lain terhadap 150.000 anak yang bersekolah

Zona Merah Bertambah di DKI Jakarta, Ada 5 RT Lakukan Micro Lockdown

Jakarta -  Jumlah RT zona merah di Jakarta bertambah usai libur Lebaran. Saat ini jumlah RT yang masuk dalam zona merah ada 5 RT. Kelima RT itu berada di kelurahan Rawasari, Cilangkap, Ciracas, Duri Kosambi, dan Kebayoran Lama Selatan. Merujuk pada Instruksi Gubernur Nomor 33 Tahun 2021, kelima RT ini seharusnya tengah melakukan mini lockdown. Camat Cipayung Fajar Eko Satrio mengatakan, saat ini salah satu RT di kelurahan Cilangkap memang tengah melakukan mini lockdown. Namun dia belum menjelaskan prosedur mini lockdown yang tengah berjalan. " Iya betul, mini lockdown," ujar Fajar saat dihubungi, Selasa (25/5). Dalam Instruksi Gubernur Nomor 33 Tahun 2021, dikatakan micro lockdown dilakukan pada daerah yang memiliki kasus positif corona di 5 rumah, dengan menetapkannya sebagai zona merah. " Melakukan prosedur micro lockdown di tingkat RT dalam hal ditemukan konfirmasi positif di atas 5 (lima) rumah/terdapat zona merah," dikutip Ingub Nomor 33/2021. Berikut wilayah R

Ada Sekitar 100 Ribu Relawan Tenaga Kesehatan yang Masih Belum Mendapatkan Pembayaran Insentif dari Pemerintah Pusat

Jakarta -  Sekitar 100.000 tenaga kesehatan masih berada dalam daftar tunggu pembayaran insentif dari pemerintah. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Trisa Wahyuni Putri mengatakan pihaknya telah menyalurkan sebanyak 60 ribu tenaga kesehatan berdasarkan usulan dari fasilitas kesehatan. "Lebih kurang 60.000 sudah kami berikan insentifnya sesuai dengan usulan dari faskes (fasilitas kesehatan). Yang belum lebih kurang 100.000 yang dalam antrean," katanya dilansir Antara, Jumat (7/5). "Tahun 2021 kami masih membayarkan lebih kurang pada 60.000 tenaga kesehatan. Karena untuk 2021 ini kami membayarkan insentif berdasarkan usulan. Jadi kami menunggu usulan dari faskes-faskes," ia menambahkan. Trisa mengatakan bahwa tahun ini pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan dilakukan berdasarkan usulan fasilitas kesehatan (yang disampaikan melalui aplikasi. Selain itu, ia melanjutkan, sesuai dengan rekomendasi dari Kom